Jokowi Dianggap Lebih Memiliki Visi Perkuat TNI Dibanding Prabowo
JAKARTA – Calon presiden Joko Widodo dinilai memiliki komitmen dan visi untuk memperkuat TNI.
Ketua Tim Cakra 19, Andi Widjajanto mengatakan dalam debat capres lalu, Jokowi memperkuat TNI untuk menghadapi perang siber, perang teknologi di masa depan. Sedangkan pesaingnya, Prabowo juga dianggap cenderung tidak mempercayai penerapan teknologi.
Diketahui Cakra 19 merupakan relawan Jokowi – Ma’ruf yang terdiri dari sejumlah purnawirawan TNI.
“Jokowi lebih paham TNI daripada Prabowo. Jokowi bisa menjelaskan dengan rinci tentang gelar baru TNI, gelar satuan terpadu TNI di Natuna, Morotai, Saumlaki, dan Biak, serta paradigma investasi pertahanan yang mengubah belanja militer untuk pembelian senjata menjadi alokasi anggaran untuk membangun industri pertahanan,” katanya kepada wartawan, Senin (1/4/2019).
Prabowo yang mantan Danjen Kopassus, menurut Andi, juga tidak paham intelijen strategis. Dia menjelaskan intelijen strategis merumuskan Perkiraan Keadaan (Kirka) dan membuat beberapa skenario ke depan yang dijadikan salah satu pertimbangan utk membuat kebijakan oleh Presiden.
Kirka ditulis di beberapa produk strategis Kemhan dan TNI seperti Analisa Lingkungan Strategis yang dikeluarkan oleh Kemhan dan dibahas secara rutin di Rakor Intel di Kemhan dan TNI yang dilakukan setiap awal tahun utk membantu perumusan kebijakan di tahun itu.
“Sebagai mantan perwira yang lama bertugas di Kopassandha, aneh banget kalau Prabowo tidak paham fungsi intelijen strategis,” imbuhnya.
Lebih lanjut mantan Menteri Sekretaris Kabinet ini juga memandang Jokowi lebih mempercayai TNI daripada Prabowo. Laporan asal bapak senang (ABS) yang disinggung Prabowo, imbuhnya, seolah TNI bekerja tanpa didasari etos kerja dan evaluasi kinerja yang terukur.
“Prabowo tidak paham bahwa ada target pencapaian Minimum Essential Force yang selalu dievaluasi per tahun yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pembangunan kekuatan TNI sesuai Renstra 2024,” tutur Andi.
Pengakuan Prabowo yang menyebut ‘lebih TNI dari TNI, menurutnya sebagai bentuk arogansi karena meninggikan diri lebih dari institusi TNI.
” Karir militer Prabowo yang melesat tidak normal karena bagian dari keluarga Cendana,dan berakhir juga tidak normal karena kasus penculikan aktivis 98, tampaknya membuat Prabowo merasa dirinya lebih penting dari organisasi TNI,” tutup Andi. (ikbal/tri)
Artikel yang berjudul “Jokowi Dianggap Lebih Memiliki Visi Perkuat TNI Dibanding Prabowo” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment