Alpha Febela Priyatmono Pertahankan Eksistensi Batik
BATIK merupakan salah satu warisan budaya nasional yang sudah diakui lembaga internasional UNESCO. Salah satu motif batik yang sudah dikenal hingga ke mancanegara adalah Batik Solo.
Namun perjalanan pakaian tradional Indonesia ini tidaklah selalu mulus. Para pengrajinnya sempat jatuh bangun seiring dengan turun naiknya kondisi ekonomi negara.
Salah seorang perajin batik yang mati-matian mempertahankan warisan budaya tersebut diantaranya adalah Alpha Febela Priyatmono. Pemilik industri kerajinan batik rumahan di kawasan Laweyan, Solo ini sudah puluhan tahun berusaha mempertahankan keberadaan batik.
“Sebenarnya Laweyan meruÑ€akаn salаh Ñ•atu kawasan dÑ– Solo yаng sudah cukup lama memproduksi batik, bаіk Ñ–tu batik cap mаuÑ€un batik tulis. Warga kampung Ñ–nÑ– sudаh menekuni mеmbuаt kain batik ѕејаk abad ke-19. DarÑ– kampung Ñ–nilаh banуak pengusaha – pengusaha batik уang sukses dеngаn batik Solo yаng dibuat оleh warga sekitar Laweyan,” kata Alpha Febela pemilik rumah usaha Batik Mahkota Laweyan yang berlokasi di Jl
Sayangan Kulon No 9, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah.
Para pengusaha batik di kawasan ini sempat nyaris ambruk sekitar tahun 2004 yang lalu. Dari ratusan pengrajin batik hanya tersisa 16 pengrajin saja yang bertahan, termasuk dirinya.
Alpha mengaku dirinya tidak rela jika sampai para pengrajin di wilayahnya sampai tutup. Dengan sekuat tenaga dia terus berjuang agar Batik Solo tetap eksis.
Ternyata usahanya tidak sia-sia. Seiring dengan adanya perhatian dari pemerintah dengan mendorong agar para PNS menggunakan busana batik pengusaha batik di kawasan Lawean pun ikut bangkit kembali.
“Ditambah lagi dengan adanya pengakuan UNESCO bahwa batik merupakan warisan budaya Indonesia, maka para pengrajin batik pun kembali bermunculan,” katanya di sela-sela kegiatan Karnaval Batik Solo 2019 baru-baru ini.
Bahkan di kampung Laweyan, Surakarta pengrajin batik yang semula tinggal 16 saja kini sudah kembali tumbuh menjadi sekitar 80-an pengrajin.
Alpha sendiri mengaku saat ini tidak hanya sekadar menjadi pengrajin. Dia malah membuka rumahnya sebagai tempat belajar membatik.
“Banyak kok yang belajar batik di sini. Baik warga lokal maupun warga negara asing,” ujarnya.
Batik Mahkota Laweyan adalah rumah batiknya yang memiliki toko batik, ruang kesenian batik, museum batik, dan pabrik pembuatan batik. Wisatawan dari luar Solo dapat belajar tentang batik di museum batiknya. (suatmadji/fs)
Artikel yang berjudul “Alpha Febela Priyatmono Pertahankan Eksistensi Batik” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment