Gubernur Bali Wayan Koster Berani Menolak Program KB
DIAKUI atau tidak, sejak era reformasi program KB mengendor. Tapi Gubernur yang menolak program KB secara terang-terangan hanyalah Gubernur Bali Wayan Koster. Dia melarang para bupati mengkampanyekan program KB. Kata dia, rakyat Bali berhak punya anak Nyoman dan Ketut. Dia gubernur kedua, yang berani melawan amanat Keppres.
Bonus selalu ditunggu karyawan, karena itu berarti menambah penghasilan. Tapi jika “bonus demografi”, pemerintak tak menyukai karena itu berarti ledakan penduduk. Tapi hal itu tak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan sekedar mengurangi, agar APBN habis hanya utuk ngempani rakyat.
Sejak tahun 1957 soal Keluarga Berencana dikenal di Indonesia. Tapi pemerintah baru benar-benar menangani secara serius sejak Orde Baru. Lewat Keppres No. 8 Tahun 1970, digalakkan program KB dengan motto: dua anak cukup, laki perempuan sama saja. Lama-lama KB membudaya, sehingga setiap keluarga punya kesadaran sendiri untuk menjarangkan kelahiran. Hingga masa produktif istri berakhir, banyak keluarga yang hanya puya anak tiga.
Tapi sejak memasuki era reformasi, program KB mengendor. Hal ini terjadi dikarenakan krisis moneter dan reformasi, yang memengaruhi dalam kebijakan politik dan ekonomi. Kebijakan politik ini berimbas di kelembagaan, anggaran, ketersediaan personilnya, dan lainnya. Saat BKKBN dikepalai dr. Sugiri Syarief pernah dikatakannya, tidak adanya komitmen politik setelah reformasi, membuat program KB agak terbengkali dan terlupakan. Apalagi ketika petugas lapangan KB banyak diambil untuk jabatan lain (lurah, camat, bupati). Tercatat sebelum reformasi, ada sekitar 35 ribu petugas KB, tetapi kemudian melorot hanya 21 ribu.
Kata BPS tahun 1998 jumlah penduduk Indonesia 205,7 juta jiwa, tahun 2018 telah meningkat jadi 265 juta jiwa. Diprediksi tahun 2020 menjadi 271 juta jiwa. Maka jika jumlah penduduk tak ditekan, bisa-bisa anggaran Negara habis hanya untuk kasih makan rakyat. Di samping itu kwalitas penduduk juga jadi kurang berkwalitas.
Tiba-tiba beberapa hari lalu Gubernur Bali Wayan Koster menyerukan, para bupati stop kampanyekan KB. Orang bali berhak juga punya anak Nyoman dan Ketut. Artinya merela adalah anak ketiga dan seterusnya. Sedangkan anak pertama dan kedua disebut Wayan dan Made.
Jika ini benar dipatuhi, berarti Gubernur Bali tidak tunduk pada pemerintah pusat. Wayan Koster pun menjadi gubernur Indoneisa kedua yang menentang Keppres. Gubernur pertama adalah Anies Baswedan, karena berani menyetop reklamasi yang program pemerintah
pusat. – (gunarso ts)
Artikel yang berjudul “Gubernur Bali Wayan Koster Berani Menolak Program KB” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment