Tiga Wilayah di Jakarta Timur Rawan Kebakaran
JAKARTA – Memasuki musim mudik, personel Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, diminta siaga. Pasalnya, wilayah di tiga kecamatan yang ada, dinilai rawan kebakaran sehingga perlu pengawasan ekstra.
Kasi Ops Sudin PKP Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, pihaknya terus memberi pengawasan ekstra untuk wilayah di tiga kecamatan tersebut. Pasalnya, potensi kebakaran di wilayah itu sangat besar saat ditinggal mudik pemiliknya. “Wilayah itu seperti di kecamatan Cakung, Duren Sawit, dan Jatinegara,” katanya, Kamis (30/5).
Dicontohkan Gatot, daerah padat hunian itu seperti yang terlihat di Klender, Duren Sawit. Dimana potensi kebarakan itu sangat besar terlebih bila ditinggal mudik oleh pemiliknya. “Karena di daerah yang padat, api bisa dengan cepat merambat bila dari salah satu rumah lupa mencabut listrik dan sebagainya,” terang Gatot.
Sejauh ini, kata Gatot, pihaknya sudah kerap kali mengimbau warga dalam mencegah si jago merah mengamuk, namun hal itu belum sepenuhnya berhasil. “Dari pihak Damkar sudah mengingatkan masyarakat, permasalahan masyarakat mengindahkan atau tidak itu kan perilaku mereka sendiri,” ujarnya.
Sebelum memasuki musim mudik, tambah Gatot, pihaknya telah menempelkan stiker imbauan bagi warga. Informasi itu ditempel di pos RT, RW, hingga SPBU berisi tips bagaimana meninggalkan rumah agar selamat dari amuk si jago merah yang kerap menghantui pemudik. “Tidak menyambung listrik sembarangan, saat mudik semua perangkat elektronik dicabut, regulator tabung gas juga dicopot. Insya Allah aman rumahnya,” tuturnya.
Bahkan, kata Gatot, pihaknya juga telah memberikan pelatihan penanggulangan saat terjadi kebakaran kepada warga. Harapannya ketika musibah terjadi masyarakat bisa meredam amuk atau bahkan memadamkan kobaran api sebelum personel tiba di lokasi. “Pelatihan itu agar saat terjadi kebakaran mereka dapat antisipasi sedini mungkin,” lanjut Gatot. (ifand)
Artikel yang berjudul “Tiga Wilayah di Jakarta Timur Rawan Kebakaran” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment