Imbas Ricuh 22 Mei Omset Pasar Loak Kampung Bali Anjlok
JAKARTA – Pedagang pakaian bekas di Pasar Loak Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjerit. Harapan mendulang rupiah dari penjualan pakaian bekas menjelang Lebaran pupus. Pengunjung sepi, sehingga omset pun anjlok.
“Sepi, pengunjung banyak yang takut datang akibat keributan 22 Mei lalu. Jadi dampaknya ke kami. Tahun ini omset merosot, dibandingkan tahun sebelumnya,” ucap Mama Angel, pedagang pakaian bekas di Pasar Loak Kampung Bali, Kamis (30/5).
Ia membeberkan, biasanya pertengahan puasa hingga seminggu menjelang Lebaran, pengunjung ramai. Namun sejak keributan 22 Mei, pasar menjadi sepi pembeli.
“Biasanya menjelang Lebaran kayak begini banyak yang datang memborong. Seperti dari Lampung, tapi sekarang dagangan masih numpuk,” katanya.
BERUBAH DRASTIS
Hal yang sama diungkapkan Ny. Sarma, pedagang lainnya. Menurutnya, tahun ini penjualan pakaian bekas jauh menurun dibanding tahun lalu. “Sekarang benar-benar sepi, lihat saja kondisinya,” ujarnya.
Angel dan Sarma mengakui pada awal puasa kondisi pasar sangat ramai. Pengunjungnya kebanyakan pedagang untuk dijual kembali. “Mereka ada yang dari Jakarta dan daerah khususnya Lampung,” jelasnya.
Namun, setelah keributan 22 Mei, kondisinya berubah drastis. Pasar sepi karena pengunjung takut ada kerusuhan, sehingga banyak yang sudah pulang kampung. “Di sini kan tidak jauh dari lokasi terjadinya kerusuhan. Jadi orang pada takut,” tutur Sarma.
Keduanya berharap beberapa hari menjelang Lebaran, penjualan pakaian bekas bisa meningkat. “Kami berharap pengunjung kembali ramai,” tambah Angel.
ANEKA PAKAIAN
Di Pasar Loak Kampung Bali tersedia beragam jenis pakaian bekas, baik untuk bayi, anak-anak, dewasa hingga orang tua. Mulai dari pakaian batik, muslim, daster dan lainnya tersedia.
Meski bekas, namun kondisi pakaiannya masih bagus-bagus dan layak pakai. Soal harga jangan ditanya, sangat murah dan tidak membuat kanting sobek. Harganya antara Rp 5 ribu/potong hingga Rp 40 ribu/potong.
Seperti celana harganya dari Rp5 ribu/potong hingga Rp20 ribu/potong, kemeja batik dari Rp 15 ribu/potong hingga Rp20 ribu/potong, baju koko paling mahal Rp 20 ribu, jaket dari Rp15 ribu/potong hingga Rp20 ribu/potong, mukena Rp 15 ribu, baju muslim antara Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.(tarta/ruh/st)
Artikel yang berjudul “Imbas Ricuh 22 Mei Omset Pasar Loak Kampung Bali Anjlok” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment