Mertua Blusukan ke Kamar Sang Mantu Menuntut Cerai
AGAKNYA diilhami Presiden Jokowi, Jamal, 54, ikut-ikutan suka blusukan. Tapi bukan ke desa-desa, melainkan ke kamar menantunya. Rini, 28, sebagai menantu jadi risih. Sayangnya Kabul, 32, diajak kontrak rumah tak mau dengan alasan tak mampu. Rini pun memilih bercerai, ketimbang sering dilirik mertua!
Blusukan ke kampung-kampung dan bagi-bagi sepeda, sudah menjadi gaya kepemimpinan Jokowi. Tapi di tingkat masyarakat akar rumput, ada pula yang salah mengimplementasikan. Blusukan Jokowi dengan maksud untuk mengetahui langsung keluhan rakyat, di kalangan awam justru ada yang menggunakan blusukan ke kamar menantu, untuk mengetahui seperti apa aslinya sang menantu tersebut.
Mertua yang salah tafsir pada makna blusukan itu salah satunya adalah Jamal, warga Bangil, Kabupaten Pasuruan (Jatim). Tapi ini semua sebetulnya tidak sengaja, terjadi gara-gara kemiskinan yang membelit keluarga Jamal, sampai anak lelakinya, Kabul. Bapaknya miskin, anaknya masih juga miskin, entah cucunya besok.
Seperti lazimnya rumah di kampung, kamar-kamar hanya ditutup gordin sederhana, tak pakai pintu permanen yang dilengkapi gembok. Rumah Jamal juga seperti itu. Ketika anak lelakinya sudah menikah, kamar Kabul dan istrinya, Rini, juga tetap seperti itu, tetap berpintu kain gordin.
Bagi Kabul sih biasa saja, karena sedari kecil juga seperti itu kondisi tata ruang rumah keluarganya. Tapi bagi Rini, itu menjadi masalah besar. Sebab dia tak bisa bebas di kamar pribadinya. Sewaktu-waktu bisa saja nyelonong pihak ketiga ke kamarnya. Kalau sedang tidur-tiduran sih tidak apa, lha kalau sedang ditiduri suami, kan kacau. Kalau orang makan, bisa ditawari meski hanya basa-basi. Kalau soal begituan?
Dan bukan sekali dua kali, Rini sering mengalami kejadian tak mengenakkan itu. Baik mertua lelaki maupun perempuan, suka blusukan ke kamarnya, tanpa permisi lagi. Urusannya juga sepele-sepele. Paling kurang ajar si mertua lelaki, beberapa kali Rini kepergok mertua pas ganti baju. Tapi Jamal bukan mundur, malah sepertinya menikmati. Agaknya ingin tahu, seindah warna aslinya macam iklan Fuji Film, apa nggak?
Tentu saja Rini risih dengan kelakuan mertuanya. Maka dia usul pada suami, yuk misah dengan kontrak rumah sendiri. Tapi Kabul tidak mau, dengan alasan tidak punya uang berlebih. Maklum, pekerjaannya hanya kuli bangunan. Mau ambil rumah BTN yang DP-nya nol rupiah, harus pindah ke Jakarta. Itu kan sama saja bohong.
Karena Kabul tak mau mengabulkan tuntutannya, terpaksa Rini menuntut cerai. Awalnya ini hanya sekedar gertak sambal, tapi jawab Kabul: terserah kamu. Ya sudah, karena Kabul memang miskin harta sekaligus miskin pemikiran, terpaksa Rini benar-benar menggugat cerai ke Pengadilan Agama Pasuruan.
Padahal solusinya cukup depan pintu ditulisi: dilarang masuk selain petugas! (*/Gunarso TS)
Artikel yang berjudul “Mertua Blusukan ke Kamar Sang Mantu Menuntut Cerai” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment