Amien Rais Ancam Akan Ada Perang Politik
JAKARTA – Setelah melakukan orasi selama kurang lebih satu jam lamanya, akhirnya perwakilan massa Forum Umat Islam (FUI) memasuki kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Terlihat perwakilan tersebut terdiri dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) FUI Muhammad Al Khaththah didampingi oleh Amien Rais dan juga Eggi Sudjana.
Sebelum memasuki KPU, Amien Rais sempat mengatakan kalau tujuan dari diadakannya Apel Siaga Umat ini guna memastikan Pemilihan Umum (Pemilu) berjalan dengan bersih dan adil.
Ia menilai, belakangan ini gejala-gejala kecurangan sudah mulai timbul. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya daftar pemilih tetap (DPT) bodong, serta Kartu Elektronik yang ditemukan tercecer di jalan. Karenanya, ia berharap dengan diadakannya aksi ini, KPU dapat memastikan Pemilu 2019 tidak diwarnai kecurangan.
“Oleh karena itu, kita punya niat sangat baik, kalau Pemilu nanti betul-betul transparan, jujur, adil, maka siapapun yang memang yang kalah akan diterima,” ujar Amien Rais di lokasi, pada Jumat (1/3/2019).
Namun lain halnya jika kecurangan sampai terjadi dalam Pemilu 2019 ia mengungkapkan, pihaknya akan melakukan perang politik sebagai bentuk protes dari tindak curang yang mungkin dilakukan tersebut.
“Kalau nanti sampai terbukti ada kecurangan yang sistematik, kemudian massiv, terukur, maka jangan pernah menyalahkan kita akan lakukan aksi-aksi politik. Bukan perang total ala Moeldoko, bukan. Kita perang politik yang demokrasi bahwa kebenaran harus ditegakan,” seru mantan Ketua MPR periode 1999 – 2004.
“Jadi asal KPU bagus, jujur, kita doakan mudah-mudahan dapat hidayat rahmat di muliakan Allah, dunia akhirat,” pungkas Amies Rais.
Diketahui, massa FUI akan menggelar aksi di depan kantor KPU, Jakarta Pusat, pada Jumat (1/3/2019) pukul 13.00 WIB, setelah salat jumat. Mereka mengklaim kalau aksi ini akan dihadiri hingga 20 ribu peserta. Emmpatribu personel gabungan juga akan diturunkan untuk mengawal aksi tersebut. (cw2/b)
Artikel yang berjudul “Amien Rais Ancam Akan Ada Perang Politik” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment