Sebelum Tewas, Korban Bripka Matheus Sempat Minum Kopi Bareng
DEPOK – Anggota BKO Satgas Anti Teror Polda Metro Jaya, Bripka Matheus Danaan (53), sebelum tewas di depan Gerbang TPU Mutiara Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok, Senin (31/12) malam, sempat mendatangi Polsek Pancoran Mas untuk minum kopi.
Informasi yang berhasil dikumpulkan dari beberapa sumber, Bripka Matheus tiba sekitar pukul 17.00 WIB di Polsek Pancoran Mas hanya sekedar santai minum kopi.
“Saya sempat kaget mendengar beberapa menit setelah ketemu sama korban dan sempat ngobrol, dilaporkan korban sudah meninggal dunia,” ujar Aiptu D, salah seorang anggota Polsek Pancoran Mas kepada Poskota disela membantu tim Teknis Bom dari Gegana Brimob dalam mencari selongsong proyektil peluru milik korban di lokasi kejadian, Selasa (1/1) sekitar pukul 04.30 WIB.
Diceritakan Aiptu D, korban sekitar pukul 14.00 WIB main ke Polsek Pancoran Mas. Sebelum berbincang dengan anggota, korban sesekali terlihat merenung menyendiri di tempat duduk paling belakang dekat kantin.
“Korban seperti ada sesuatu yang dipikirkan dengan merenung sendiri di tempat duduk belakang kantin dibawah toren,” katanya.
(Baca : Hujan, Pemeriksaan TKP Polisi yang Tewas Berlumur Darah Dihentikan)
Setelah itu ada beberapa anggota yang langsung mengajak ngobrol korban sambil minum kopi.
“Semenjak BKO dinas di Satgas, baru itu korban main lagi ke Polsek. Dulu korban anggota di unit Patroli Sabhara,” tambahnya.
Korban meninggalkan seorang putri yang baru menikah.
Setelah mendapat informasi ada seseorang tergeletak di lahan kosong depan pintu gerbang TPU Wakaf Mutiara, Aiptu D langsung ke lokasi mengamankan dari kerumunan massa yang memenuhi lokasi kejadian.
“Pada saat itu terlihat korban masih bernafas dengan kepala tertutup kain hitam dalam keadaan berdarah. Lubang tembakan terlihat di kepala kanan. Korban langsung dilarikan ke RS Bhakti Yudha namun nyawanya tidak tertolong dan langsung dirujuk ke RS Polri Kramat Jati,” ungkapnya.
Saat ditemukan, senjata api jenis six sower kepunyaan korban masih berada di sarung pistol dengan keadaan sudah sedikit naik seperti digunakan di pinggang sebelah kiri.
“Lalu ada anggota dari Polres mencoba menetralkan senjata korban tersebut dengan dua kali kokang keluar satu peluru dan tersisa delapan peluru di dalam magazine,” bebernya.
Selain senjata api korban masih ada, di saku kantong celana kirinya ada dua HP jenis blackberry dan android dan kunci motornya Honda Beat masih ada di samping korban.
“Dari keterangan saksi-saksi sempat terdengar suara ledakan sekali setelah azan magrib. Penjaga TPU melihat korban sudah tergeletak di depan gerbang di lahan parkiran. Korban sempat disangka sedang tiduran setelah melihat darah banyak di kepala langsung manggil warga dan ketua RT setempat lalu melapor ke babinkamtibmas setempat,” ujarnya. “Rencana jenasah korban akan dimakamkan hari ini setelah disolatkan di kediaman rumah duka daerah Desa Ragajaya Tajur Halang Kab.Bogor.”
Sementara itu pantauan Poskota, tim Gegana Polda Metro Jaya dengan tiga anggota dipimpin seorang perwira berpangkat Ipda mendatangi lokasi sekitar pukul 04.30 WIB langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi dengan menggunakan dua alat penerangan jenis tripod, lalu alat metal detektor.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada pejabat Polres seperti Kasat Reskrim Kompol Dedy dan Kapolresta Depok Kombes Didik masih belum bisa dimintai konfirmasi terkait perkembangan kasus.
“Kasusnya masih sedang kita tangani, nanti rilis langsung Kapolres,” ujar singkat Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Dedy Kurniawan. (angga/tri)
Artikel yang berjudul “Sebelum Tewas, Korban Bripka Matheus Sempat Minum Kopi Bareng” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment