Reuni Akbar 212 Rezeki buat pedagang
JAKARTA – Acara Reuni Akbar 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Minggu (2/12/2018) dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk mengais rezeki dengan berjualan.
Tidak hanya penjual anekan makan dan minuman, tidak sedikit pedagang yang menjajakan berbagai pernak-pernik seperti pin, bendera, ikat kepala bertuliskan kalimat Tauhid. Pedagang pakaian bertuliskan Alumni 212 juga tidak kalah banyak.
Namun, yang paling diminati oleh jamaah adalah penjual tikar. Hal itu lantaran panitia Reuni Akbar 212 tidak menyediakan alas sebagai sarana duduk. Peserta pun nampak terbantu dengan hadirnya penjual tikar. Setiap tikar dihargai Rp 10 ribu oleh penjual
Namun penjual bendera bertuliskan kalimat Tauhid baik ukuran besar maupun kecil yang mayoritas berwarna hitam tidak kalah laris.
Iman, satu pedagang bendera mengaku bersyukur dengan kegiatan keagamaan ini. Dirinya bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah hanya dalam waktu sekejap. “Alhamdulilah udah habis banyak, nggak kehitung,” kata dia singkat di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
Satu bendera bertuliskan Kalimat Tauhid dan bergambar Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizirq Shihab berukuran sedang berikut bambu berukuran satu meter yang digunakan mengikat dia hargai Rp 50 ribu, sedangkan bendera kecil dengan pegangannya dia hargai Rp 10 ribu.
“Udah dari malam tadi ke sini, tapi laris baru tadi habis subuh,” ungkap Imam.
Beberapa pedagang pun rela menginap di sekitar Monas agar mendapat lokasi strategis untuk menggelar dagangannya. Pasalnya, mereka tetap dilarang berjualan didalam kawasan Monas.
Dari pantauan meski peserta Reuni Akbar 212 banyak yang menyajikan makanan gratis, namun masih banyak peserta yang justru memilih membeli makanan di pedagang. (yendhi)
Artikel yang berjudul “Reuni Akbar 212 Rezeki buat pedagang” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment