Nilai Investasi di Kota Bogor Sepanjang Tahun 2018 Capai Rp 2 Triliun

BOGOR – Kota Bogor masih menjadi magnet bagi investor. Data menunjukan, sepanjang tahun 2018, nilai investasi di Kota Bogor sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 2 triliun dari target semula Rp 2,3 triliun.

Dengan jumlah nilai investasi ini, Kota Bogor mampu menempati posisi ke-3 di Jawa Barat. Nilai investasi di sektor infrastruktur menempati urutan pertama.

Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, nilai investasi di Kota Bogor sepanjang tahun 2018 masih berada di angka yang konservatif.

Untuk itu diperlukan ekspose yang lebih untuk kebutuhan-kebutuhan penataan infrastruktur, terutama kaitan program prioritas Kota Bogor.

Menurut Bima, kedepan pemerintahan yang ia pimpin, harus lebih agresif untuk membangun jaringan kemitraan. Melalui jaringan tersebut lanjut Bima ada beberapa kawasan di Kota Bogor yang betul-betul membutuhkan sentuhan investasi agar ada percepatan.

“Seperti penataan Pasar Bogor dan sekitarnya, pembenahan Terminal Baranangsiang serta kawasan stasiun Bogor dan sekitarnya,”kata Bima didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor, Denny Mulyadi.

Sementara investasi dibidang jasa dan wisata, lanjut Bima, diperlukan pengaturan. “Jasa dan wisata mengalir dengan deras. Kota Bogor merupakan “surga” bagi kuliner. Intinya harus diatur agar sesuai dengan tata ruang Kota Bogor,” ujarnya.

Persoalan investor selama ini terkait sistem birokrasi dan regulasi, orang nomor satu di jajaran pemerintah Kota Bogor ini menegaskan, hubungan dengan pemerintah pusat hingga kesiapan regulasi dan koordinasi di antara dinas, harus bersinergi.

Selain harus lincah dengan terobosan dan inovasi, aturan yang ada tidak menghambat.

“Ivestasi infrastruktur di Kota Bogor masih kurang. Saya minta pengusaha baru, masuk ke sini. Pemkot Bogor memberikan kemudahan dalam birokrasi dan perizinan, memberikan informasi yang diperlukan dan membuka jaringan yang dibutuhkan,” paparnya.

Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Denny Mulyadi menambahkan, sesuai amanat yang diberikan, pihaknya terus berupaya secara maksimal untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang perizinan.

Pelaksanaan Temu Investor 2018 ini bertujuan sebagai salah satu upaya menggiatkan, memotivasi dan memicu serta menggugah para investor kepada para pengusaha ekonomi kreatif yang mulai memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

“Pemerintah Kota Bogor membuat satu kebijakan berkaitan dengan para pengusaha UKM untuk memperoleh izin usaha. Khusus untuk usaha online, Pemkot Bogor masih menunggu kebijakan atau regulasi dari pusat,” kata Denny.

Selain Wali Kota Bogor Bima Arya, Temu Investor 2018 ini menghadirkan Bendahara Umum HIPMI Pusat Eka Sastra, Deputi Direktur Divisi Pengembangan Ekonomi Daerah-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Dudi Dermawan Saputra, Ketua KADIN Kota Bogor Erik Suganda, Ketua HIPMI Kota Bogor Zulfikar Priyatna dan Direktur IPB Science Techno Park Dadang Syamsul Munir serta diikuti kurang lebih 100 peserta. (yopi/tri)


Artikel yang berjudul “Nilai Investasi di Kota Bogor Sepanjang Tahun 2018 Capai Rp 2 Triliun” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments