Warga Cipayung Demo Pembangunan Apartemen

JAKARTA– Ratusan warga dari lima RT di Kelurahan Cipayung, Jakarta Timur, menggelar aksi demo di depan pembangunan apartemen, Selasa (30/10). Langkah itu dilakukan karena pembangunan yang dilakukan mengakibatkan sebagian besar rumah warga mengalami retak-retak dan amblas.

Sambil menuntun anak-anaknya dengan menggunakan payung, sebagian besar warga yang terdiri dari ibu-ibu ini mendatangi pembangunan apartemen di Jalan Bina Marga, Cipayung. Ratusan warga yang keluar dari seluruh rumah itu hampir menutup seluruh jalan yang hanya ada dua lajur.

Lasma, 60, warga RT 006/09 mengatakan, aksi yang mereka lakukan agar proyek pembangunan apartemen segera dihentikan. Pasalnya, hampir sebagian besar rumah mereka tidak akibat pemasangan tiang pancang. “Kalau rumah saya gentengnya melorot, ada juga yang rumahnya retak-retak dan yang rumahnya berdekatan, ada yang amblas,” katanya, Selasa (30/10).

Menurut Lasma, meski mengalami kerusakan, namun pihak pengembang tak juga melakukan perbaikan atas kerusakan rumah yang ada. Bila ada, itu juga hanya kepada orang-orang tertentu yang harus menunggu satu bulan. “Makanya kami minta proyek ini dihentikan dulu sementara, karena hampir semua warga di sembilan RT terdampak masalah ini,” ungkapnya.

Kalaupun memang ingin dilanjutkan, kata Lasma, pihak pengembang harus bisa segera memperbaiki rumah yang terdampak. Jangan seperti sekarang ini, yang selalu membiarkan rumah rusak setelah proses pembangunan berjalan lima bulan. “Kami sebenarnya mendukung pembangunan ini, namun perhatikan juga kerusakan rumah-rumah kami,” ungkapnya.

Ketua Dewan Kota (dekot) Jakarta Timur, Safarudin menambahkan, permasalahan ini memang sudah terjadi sejak awal pembangunan. Namun kenapa warga berontak karena mereka sama sekali tak mendapat perhatian. “Apalagi selama pembangunan selain rumah rusak, warga sekitar juga terganggu dengan suara bising,” ujarnya.

Diungkapkan Safarudin, sebelumnya memang warga yang difasilitasi oleh Lurah Cipayung sudah bertemu tiga kali. Namun dari setiap pertemuan, warga hanya diminta menunggu tanpa ada kejelasan. “Karena kesal, makanya warga menggelar aksi demo. Dan dari demo tadi, didapatkan hasil negosiasi dengan menghentikan pemasangan tiang pancang,” ungkapnya.

Atas permasalahan ini, Safarudin mengaku akan terus berusaha mendukung warga untuk mendapatkan haknya. Tentunya dukungan yang diberikan dengan cara yang tidak melanggar hukum. “Kami berharap dengan aksi demo tersebut bisa membuat warga dan pengembang bisa mendapatkan titik temu atas permasalahan ini,” pungkasnya. (Ifand/b)


Artikel yang berjudul “Warga Cipayung Demo Pembangunan Apartemen” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments