Kader Posyandu Ini Monitor Kesehatan Anak Melalui KMS

ANAK sehat menjadi dambaan semua orangtua. Tetapi untuk sehat, acapkali orangtua harus keluar biaya banyak. Memberikan nutrisi cukup, suplemen vitamin, imunisasi lengkap dan lainnya. Karena itulah, banyak orangtua yang akhirnya abai mengontrol pertumbuhan anak, memastikan anak sehat.

Padahal untuk membuat anak sehat, orangtua bisa melakukan dengan cara sederhana dan cuma-cuma. Cukup bawa anak ke posyandu setiap bulan secara rutin.

Anak akan mendapatkan laporan fase pertumbuhan dan kondisi kesehatannya melalui Kartu Menuju Sehat (KMS) yang diisi oleh kader posyandu.

KMS ini boleh dikata adalah hak sehat paling sederhana yang harus diperoleh setiap anak pada 1000 hari pertama kehidupannya (HPK), hingga usia balita.

Melalui KMS ini, anak termonitor kondisi gizinya, kesehatannya dan imunisasinya. Dengan parameter yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini kesehatan, maka KMS adalah jembatan sehat menuju masa depan yang harus diperoleh setiap anak.

Sayangnya meski KMS adalah hak mendasar bagi setiap anak untuk hidup sehat, tidak setiap orangtua displin membawa anaknya ke posyandu, puskesmas atau layanan kesehatan lainnya. Alhasil, KMS yang diberikan kepada anak saat lahir, tidak terisi dengan baik dan sempurna.

Tengok saja di Posyandu Cempaka IB Leuwiliang Bogor, Jawa Barat. Menurut Nunih Mardiana, kader Posyandu Cempaka IB Leuwiliang Bogor, banyak orangtua yang enggan membawa anaknya ke posyandu. Meski imbauan untuk ke posyandu sudah dilakukan melalui berbagai cara.

“Nggak sampai separuh anak balita yang rutin ke posyandu. Padahal ke posyandu tidak bayar, bahkan anak-anak dapat makanan tambahan,” kata Nunih.

Diakui sebagian besar masyarakat memang masih menganggap sebelah mata keberadaan Posyandu. Mungkin karena petugasnya adalah kader PKK atau ibu-ibu RT/RW yang tidak banyak tahu soal kesehatan anak.

Padahal di posyandu, kader akan membantu memonitor anak melalui tabel antropometri baik tinggi badan, berat badan dan lainnya. Juga status imunisasi yang diperoleh anak. Jika parameter tersebut termonitor dengan baik, Nunih yakin anak-anak akan tumbuh sehat dan bebas dari gizi buruk maupun stunting.

“Kan kalau ada sesuatu yang tidak wajar, melenceng jauh dari tabel antropometri, kami segera rujuk ke puskesmas untuk ditangani lebih lanjut,” jelas Nunih.

OBAT CACING

Di posyandu, anak tidak hanya akan dimonitor berat dan tinggi badan serta status imunisasi. Kader secara rutin juga akan memberikan vitamin sesuai jadwalnya serta obat cacing.

Ada juga program pemberian makanan tambahan yang bertujuan tidak hanya menambah gizi anak tetapi juga melatih anak mengenal berbagai jenis makanan utamanya sayur dan buah.

Meski KMS itu penting, ternyata faktanya banyak orangtua mengabaikan. KMS tidak pernah diisi karena anak tidak pernah dibawa ke posyandu.

Akibatnya perkembangan anak tidak termonitor dengan baik. Bahkan kadang acapkali ada jadwal imunisasi yang terlewatkan akibat kesibukan atau ketidaktahuan orangtua.

“Pada kasus gizi buruk, umumnya anak tidak memiliki catatan kesehatan seperti yang ada di KMS,” tegasnya. (faisal/st)


Artikel yang berjudul “Kader Posyandu Ini Monitor Kesehatan Anak Melalui KMS” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments