DPR Minta Pemerintah Arab Saudi Lebih komunikatif

JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, ikut berbelasungkawa atas wafat seorang TKI bernama Tuti yang dieksekusi mati di Arab Saudi.

“Pertama, saya turut berbelasungkawa atas wafatnya Tuti, TKI yang dieksekusi mati di Arab Saudi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Kedua, saya mendorong Pemerintah Arab Saudi agar lebih komunikatif dengan pemerintah RI, apalagi ini terkait nyawa manusia yang bisa berpengaruh terhadap kelangsungan hubungan diplomatik kedua negara,” katanya, Rabu (31/10/2018).

Menurut Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri DPP PKS ini, harusnya kasus seperti almarhumah Tuti ini semakin menguatkan alasan agar pemerintah tidak mencabut moratorium TKI ke Timur Tengah, termasuk ke Arab Saudi.

“Apalagi beberapa saat lalu ada rencana pengiriman 30 ribu TKI ke Timur Tengah,” katanya.

Pemerintah harus menjamin terlebih dulu terpenuhinya parameter pengiriman TKI seperti amanat UU No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan tenaga migran Pasal 31, yaitu bahwa negara tujuan TKI harus memenuhi beberapa syarat : a) memiliki hukum yg melindungi tenaga kerja asing; b) memiliki perjanjian bilateral tertulis dan/atau c) memiliki sistem jaminan sosial. Sukamta menegaskan, “Selama 3 syarat parameter ini belum terpenuhi, moratorium pengiriman TKI tetap pilihan bijak.”

“Pengiriman TKI ini bukan hanya soal peluang kerja, tetapi yang tidak kalah penting adalah soal perlindungan, karena tiap bulan terjadi ribuan kasus terhadap TKI. Selain 3 parameter tadi, pengiriman TKI pun harus mempertimbangkan dan mengutamakan SDM yang memiliki keterampilan yang cukup serta kemampuan melindungi diri dengan baik,” ujar wakil rakyat dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini. (rizal/mb)


Artikel yang berjudul “DPR Minta Pemerintah Arab Saudi Lebih komunikatif” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments