Disebut Karya Menkeu, Ini Dia Penulis Sajak Duka yang Viral
JAKARTA – Rasa duka menyelimuti seluruh pegawai Kementerian Keuangan. Sebanyak 21 rekan mereka, menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT610 rute Jakarta – Pangkal Pinang, Senin (29/10/2018) pagi.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sejak awal berita kecelakaan pesawat tersebut beredar, perempuan yang akrab disapa “Bu Ani,” ini mencurahkan perhatiannya secara penuh kepada keluarga bawahannya yang menjadi korban tragedi tersebut.
Tak heran, saat beredar sebuah sajak yang ditandai dengan nama Sri Mulyani Indrawati, masyarakat mempercayainya jika itu merupakan sastra tulisan beliau.
Berikut sajak yang disebut hasil karya Sang Menteri Keuangan …
“… kepada kamu yang malam tadi berdebat dengan istri. Merasa lelah mendengar keluhannya yang tak henti. Membawa kesal itu dalam tidurmu, sehingga emosi belum reda pagi ini…
Berpelukanlah sebelum pamit berangkat kerja nanti.
Karena bisa jadi,
Inilah waktumu melihatnya terakhir kali…
Kepada kamu yang akhir-akhir ini merasa hidup berat sekali. Kelelahan mengurus rumah sendiri, tumpuk setrikaan tanpa henti, kepusingan mengatur tagihan yang datang bertubi. Lalu diam-diam, kau kutuki karir suamimu yang tidak juga naik posisi…
Sambutlah ia ketika pulang nanti.
Katakan betapa bersyukurnya memiliki suami yang senantiasa bekerja keras dan menjaga kehalalan gaji. Ucapkan terimakasih dengan tulus hati.
Kau tidak pernah tahu, bisa jadi untuk melakukannya esok, kau tak lagi punya waktu…
Kepada kamu yang hari ini merasa pusing mendengar berisiknya anak di rumah. Padahal sepulang dari kantor mata rasanya hanya ingin terpejam dan badan butuh rebah. Lalu diam-diam, kau simpan itu menjadi emosi marah…
Tersenyumlah lebar buat mereka hari ini.
Saat hendak pergi, dan saat nanti pulang kembali.
Luangkan waktu untuk menatap wajah mungil itu yang bercerita riang tentang hari harinya padamu. Dengarkan intonasi suaranya. Rekam baik-baik binar mata dan ekspresi mereka.
Karena sungguh bukan sebuah ketidakmungkinan,
Besok lusa tak ada lagi kesempatan…
**
Kebersamaan menahun seringkali membuat kita lebih mudah mendeteksi kekurangan, daripada menemukan kebaikan.
Lebih lancar memberi kritik, daripada memberi apresiasi.
Lebih cenderung mengeluh. Dan lupa mensyukuri satu sama lain.
Padahal kita tidak pernah tahu kapan kebersamaan ini akan berhenti. Bisa jadi hari ini. Bisa jadi besok. Bisa jadi sebentar lagi.
Hargai setiap momen yang kita punya saat ini.
Minta maaf selagi bisa.
Berterimakasih selagi masih ada waktu.
Bercanda, berbincang, tertawa…, selagi kesempatan masih ada.
Berpelukanlah!
Selagi hangat tubuhnya masih bisa dirasa.
**
*_Deep condolence untuk seluruh awak dan penumpang Lion Air JT610…_*
Yang diantaranya ada seorang Ayah, yang pagi kemarin baru saja pamit bekerja setelah menghabiskan weekendnya untuk mengunjungi anak istri yang tinggal di Jakarta. Melepas rindu setelah sepekan tak bertemu.
Ada juga seorang Ibu yang semalam masih bercanda dengan putri kesayangannya. Menemaninya tidur. Lalu paginya berangkat untuk dinas luar kota. Bekerja. Menjemput pahala.
Dan ada pula seorang lelaki yang baru menikah dua hari. Kemarin pagi mengecup istrinya di bandara. Mesra. Sembari meminta doa. Sebelum terbang mencari nafkah pertamanya.
***
Kita betul-betul gak pernah tau.
Bisa jadi salam yang kita berikan hari ini, adalah salam terakhir buat orang-orang tercinta.
Lakukanlah selagi bisa….
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, akhirnya buka suara. Lewat akun Facebooknya, Rabu (31/10/2018) pagi ia menjelaskan, jika sajak tersebut bukan karya Menteri Keuangan. Ia menyebutkan, jika seorang wanita bernama Jayaning Hartami lah si pemilik sajak yang sangat menyentuh hati tersebut.
Pemilik Sajak
Satu jam setelah ada penjelasan dari Kemenkeu, Jayaning Hartami pun buka suara. Ia mengakui jika sajak tersebut karyanya, dan berharap tidak ada lagi yang mempermasalahkan mengenai penciptanya.
“Assalamualaykum, dear teman teman..
Sebetulnya tami agak males ngebahas soal beginian mengingat ada situasi duka yang lebih utama dari semua.
Tapi karena banyak sekali japrian yang masuk menanyakan, juga mencegah adanya prasangka dan berita yang gak benar.
I just want to clarify.
Tulisan tentang keluarga, kehilangan, dan JT610 kemarin adalah tulisan ASLI buatan saya. Bukan buatan beberapa nama yang beredar, apalagi buatan Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan kita. Kasian atuhlah kalo beliau disamain sama remah remah momogi macem saya.
Biasanya tiap tulisan saya watermark dengan memberikan nama di akhir tulisan. Tapi kemarin step ini saya skip saking sedihnya. Dan baru saya edit menambahkan watermark saat sharenya sudah menyentuh 7K.
TAPI, tulisan itu pun saya upload di ig pribadi saya @jayaninghartami dengan menyertakan watermark. Di upload di jam yang berdekatan dengan upload di fb. Mangga, bisa dicek di ig saya sebagai bukti otentiknya,” tulis Jayaning. (mb)
Artikel yang berjudul “Disebut Karya Menkeu, Ini Dia Penulis Sajak Duka yang Viral” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment