Diduga Kuat Jenazah Bayi dan Balita Telah Ditemukan

JAKARTA – Berdasarkan proses pemeriksaan dan rekonsiliasi, terdapat tiga jenazah korban yang memiliki ciri khusus. Tiga jenazah korban ini diduga seorang balita berusia 3-4 tahun dan dua bayi.

Kepala RS Polri Kombes Pol. Musyafak mengatakan, dalam proses rekonsiliasi terjadi pembicaraan ketat terkait ciri-ciri khusus yang ada. Hal ini mengarah pada balita dan bayi yang turut menumpang pesawat Lion Air JT 610 pada Senin (29/10/2018) kemarin. Namun karena data dianggap kurang kuat, sehingga belum dapat teridentifikasi.

“Didapatkan korban yang berumur 3 sampai 4 tahun dan bahkan 2 bayi, tapi karena data yang mendukung ini kurang kuat, sehingga dicancel untuk menunggu hasil DNA. Jadi sampai kemarin belum ada yang teridentifikasi,” ujar Musyafak di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Ia menjelaskan, dugaan kuat yang mengarah kalau sejumlah bagian tubuh yang ditemukan itu merupakan bayi dan anak balita disebabkan adanya relasi. Setelah memeriksa usia korban dengan bagian tubuh yang ditemukan dengan menggunakan rontgen tersebut, terdapat relasi dengan umur korban tersebut. Namun, hal ini didebatkan oleh beberapa peserta rekonsiliasi.

“Dan itu ada peserta rekonsiliasi yang merasa tidak setuju kalau memang dipastikan berdasarkan itu. Sehingga diputuskan menunggu hasil DNA, untuk memastikan,” seru Musyafak.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengaku pada saat mengecek jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, dari sejumlah jenazah yang ada di kantong jenazah yang telah disimpan di kamar pendingin Posko Post Mortem RS Polri Kramat Jati, terlihat jenazah bayi. Namun Ari tidak dapat memastikan, berapa jumlah bayi tersebut. Sebab, kondisi jenazah yang ada pada kantong jenazah tersebut sudah tidak utuh.

“Iya tadi saya lihat tadi ada potongan tubuh, saya juga lihat ada bayi, dewasa sebagian besar, ada juga material sepatu. Itu yang saya lihat tadi,” ujar Ari di Gedung Sentra Visun dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Diketahui, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018).

Pesawat JT610 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun berselang 13 menit pesawat hilang kontak dengan menara kontrol. Pesawat saat itu membawa 188 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2)


Artikel yang berjudul “Diduga Kuat Jenazah Bayi dan Balita Telah Ditemukan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments