Kaki Alat Transportasi Pertama, Ojol Alat Transportasi Terakhir
BILA Ojol (Ojek Online) merupakan alat trasnportasi terakhir, maka kaki adalah alat trasnportasi pertama. Setidaknya begitulah pendapat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Oleh karena itu Gubernur DKI menginginkan masyarakat Ibukota banyak jalan kaki, sementara Ojol dianggap Presiden Jokowi sebagai pahlawan transportasi.
Bayi umur setahun mulai bisa berjalan, itu artinya dia mulai menggunakan alat tranportasi ciptaan Allah SWT. Beda lagi dengan bayi kelahiran 75 tahun lalu, karena sudah tak bisa jalan, terpaksa menggunakan kursi roda sebagai alat trasnportasi. Tapi jika nasib sedang tidak mujur, baru usia 40 tahun sudah harus menggunakan alat transportasi kursi roda gara-gara stroke.
Selama ini orang tak pernah menyadari bahwa kaki juga merupakan alat transportasi, karena tidak diatur dalam UU Lalulintas dan Angkutan Jalan No. 22 tahun 2009. Baru Gubernur Anies Baswedan lah yang menyadarkannnya, sehingga dia ingin warga kota Jakarta mulai gemar berjalan kaki. Demi tujuan ini, seluruh trotoar di Jakarta akan diperlebar, tak peduli jalan jadi menyempit dan kemudian timbulkan macet.
Bila kaki adalah alat transportasi pertama, maka alat transportasi terakhir yang kini sedang ngetrend, adalah Ojek Online. Kehadirannya pada pertama kali ditolak oleh Gubernur Ahok Basuki, karena bertentangan dengan UU Lalulintas dan Angkutan Jalan. Tapi pada akhirnya sang gubernur mengalah, karena masyarakat membutuhkan, sementara alat tranporstasi di Jakarta belum memadai.
Ternyata, berkat kreativitas anak muda, Ojol mengindonesia. Ini luar biasa. Hanya pencet aplikasi di HP, Ojol akan datang ke rumah, siap mengantarkan Anda ke mana saja. Ongkosnya sudah jelas. Meski macet di jalan, tak dibebankan pada penumpang. Tapi mulai Senin hari ini tarif Gojek dan Grab akan naik sesuai kepetusan Menhub.
Karenanya, di kala pemerintah belum memadai menyediakan alat transportasi, Presiden Jokowi sampai mengatakan, Ojol adalah pahlawan trasnportasi. Tapi meski direken pahlawan, si pengemudi jika meninggal tak mungkin dikebumiklan di TMP.
Di Jakarta yang biangnya macet, Ojol sangat menolong para pejabat tinggi negara yang terjebak kemacetan. Agar bisa menghadiri sidang kabinet, mereka naik Ojol, misalnya Walikota Surabaya Tririsma Harini, mantan Menag Quraish Shihab, Menteri Susi Pujiastuti. (gunarso ts)
Artikel yang berjudul “Kaki Alat Transportasi Pertama, Ojol Alat Transportasi Terakhir” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment