Korban Diduga Sempat Lakukan Perlawanan
LEBAK – Pelaku pembantaian SW (13), gadis suku Baduy warga Kampung Karahkal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, yang jasadnya ditemukan di sebuah gubuk yang berada di Kampung Kadu Heulang, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, pada Jumat (30/8/2019), masih menjadi misteri.
Menurut Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto, hasil pemeriksaan luar (visum) terdapat sejumlah luka terbuka bekas sabetan senjata tajam di tubuh korban, diantaranya pada pergelangan tangan, kaki dan wajah.
“Diduga korban sempat melakukan perlawanan saat kejadian sampai akhirnya dibunuh,” ungkap Kapolres kepada wartawan.
Kapolres mengatakan dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Identifikasi Polres Lebak dan Subdit Jatanras Polda Banten, ada beberapa barang yang diamankan, salah satunya sarung golok. “Hanya tinggal sarungnya, goloknya masih kita cari tapi diduga dibawa kabur pelaku,” terang Dani.
Milik Ayah Korban
Kapolres menjelaskan golok yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa SW, merupakan milik ayahnya yang biasa dipakai berkebun. Namun pada hari kejadian, golok tersebut sedang tidak digunakan.
“Golok itu milik bapak korban yang disimpan di rumah yang biasa digunakan berkebun. Golok ini yang diduga digunakan pelaku untuk membacok dan membunuh korban,” tukas Kapolres Lebak ini. (haryono/mb)
Artikel yang berjudul “Korban Diduga Sempat Lakukan Perlawanan” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment