Walikota Risma Juga Takut dengan Polusi Kota Jakarta

TAHUN 2021 diprediksi masalah sampah di Jakarta mencapai puncaknya. Di tahun itu TPA Bantar Gebang ditutup, sedangkan proyek ITF Sunter baru selesai tahun 2022. Selama setahun itu (2021-2022) sampah DKI dibuang ke mana? Maka Walikota Surabaya Tri Risma atas ancaman polusi sampah di Jakarta sampai komentar, “Medeni (menakutkan).”

Beberapa hari lalu DPRD DKI study banding ke Surabaya untuk cari ilmu tentang penanggulangan sampah versi Walikota Tri Rismaharini. Bahkan DPRD mengundang Bu Wali untuk berlaga di Pilgub DKI 2022, agar bisa membenahi persampahan Jakarta, meski tak lama lagi bukan lagi ibukota negara.

Sepertinya mereka sudah pesimis dengan periode kedua Gubernur DKI yang sekarang. Soalnya ketika Jakarta juara dunia dalam hal udara buruk, Gubernur Anies memberi solusi dengan tanaman pot lidah mertua. Solusi selalu pada akibat, bukan pada penyebab.

Walhasil nantinya, polusi udara dan polusi sampah bakal jalan seiring atau tumplek jadi satu di tahun 2021 hingga 2022. Masalahnya tambah berat ketika mesin ITF (Intermediate Treatment Facility) hanya mampu menyerap 2.200 ton sehari, sementara produk sampahnya mencapai 7.500 ton sehari. Yang 5.300 ton sisanya mau dibuang ke mana?

Mendengar paparan DPRD DKI, Walikota Tri Risma langsung komentar “medeni” kata orang Surabaya, atau “nggilani” kata orang Solo. Seakan menguliahi, entah ke DPRD-nya atau Gubernurnya, Tri Risma bilang masalah ini harus diselesaikan dengan cepat, jangan sampai sampah itu jadi “booming” di tahun 2021-2022.

Jakarta kan duitnya banyak, SILPA-nya saja sampai Rp20 triliun, itu bisa digunakan. Jangan mikir soal hasil energi listrik dulu, yang penting sampah bisa ditanggulangi. Bila soal sampah sampai tak tertangani, bisa jadi sumber penyakit dan banjir. Biaya rehabilitasinya bisa jauh lebih besar.

Seperti diketahui ITF Sunter telah groundbacking 20 Desember 2018, tapi hingga kini belum juga dimulai pembangunannya. Proyek senilai USD 250 juta itu akan makan waktu pembangunannya selama 3 tahun. Jadi misalnya start tahun 2020, berarti baru tahun 2023 baru bisa dipakai. Jadi dari tahun 2021 saat tutupnya TPA Bantar Gebang sampai selesainya ITF, sampah mau dibuang ke mana? Ke Hongkong? (gunarso ts)


Artikel yang berjudul “Walikota Risma Juga Takut dengan Polusi Kota Jakarta” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments