Jadi WIL Kok Terlalu Jujur PILnya Nyaris Masuk Kubur
BIASANYA jadi WIL maupun PIL pastilah menafikan kejujuran. Tapi Ny. Anggi, 29, dari Kualanamu Medan ini lain. Ditanya suami, Hasrul, 33, apa benar jadi WIL-nya Mahmud, 45, tetangganya, kok mengiyakan. Tentu saja Hasrul jadi kalap. Begitu melihat Mahmud langsung main bacok. Untung tak sampai masuk kubur, tapi Hasrul tetap dibekuk.
Di lingkungan tetangga, banyak terjadi praktek PIL dan WIL. Yang perempuan, suami sudah gantengnya seperti pemain sinetron sejuta episode, masih juga melayani lelaki lain. Begitu pula yang lelaki, bini cantiknya seperti bidadari diturunkan dari kahyangan –kena kasus– masih juga lirak-lirik bini tetangganya. Padahal sebetulnya rasa eksekusi sama saja, hanya beda di sensasi.
Ny. Anggi warga Kualanamu Medan, sebetulnya sudah berkeluarga. Suaminya, Hasrul juga pekerja mapan. Tapi karena dipengaruhi setan gundul, kok bisa-bisanya cinta Anggi berpaling pada Mahmud, lelaki yang lebih tua dari suami, dan profesinya tukang batu. Ke mana-mana menyandang cethok (sendok adukan semen).
Secara pisik saja jelas menang Hasrul.Jika ke kantor bau parfum, sedangkan Mahmud, ke proyek bau semen dan tiner. Tapi begitulah cinta, jika sudah melekat tahi kucing juga serasa coklat. Saat suami di kantor, Anggi beberapa kali memasukkan Mahmud ke kamarnya, dan terjadilah adegan mesum nan terkutuk itu.
Sebagai tukang batu, pekerjaaan Mahfud rapi. Plesteran dan aciannya rata, halus, berani dites pakai baterai. Pasangan temboknya juga siku sehingga ketika dipasang keramik kelebaran ujung sana dan ujung sini sama, tak perlu nyolong di nat. Tapi sebagai peselingkuh, Mahfud ceroboh sekali. Saat dia menyatroni kamar Anggi, beberapa kali dipergoki warga.
Saksi mata itu lalu mengadu ke Hasrul, tapi dengan pesan, jangan sebut siapa yang ngomong, sebut saja sumber yang layak dipercaya. Tapi kalau diuji di pengadilan, dalil-dalilnya bisa dijamin, karena posita dan petitumnya terpenuhi. “Kalau perlu palu hakim itu kamu getokkan ke kepala binimu, wong punya suami kok masih cari PIL,” kata sang informan ikutan emosi.
Karena kata-kata sang informan, Hasrul jadi semakin yakin bahwa bininya memang ada main dengan Mahmud tetangganya. Maka setibanya di rumah istrinya langsung diinterogasi untuk menjawab 15 pertanyaan, Salah satunya adalah, apa benar ada main dengan Mahmud tetangga kita? Ternyata jawabnya sungguh mengagetkan, “Saya memang selingkuh sama dia, tapi selingkuh enteng-entengan saja, kok Mas.” Jawab Anggi seakan diilhami kata-kata Amien Rais.
Ha, selingkuh masuk kamar kok dibilang entengan-entengan, lha yang berat-beratan seperti apa pulak? Emosi Hasrul langsung meninggi. Secara kebetulan Mahfud kok melintas di depan halaman rumah. Langsung saja dikejar dan disusul dengan sabetan golek tepat kena punggungnya. Keruan saja Mahmud langsung ambruk, sementara Hasrul melarikan diri.
Warga buru-buru membawa Mahmud ke rumah sakit, sementara warga yang lain melaporkan Hasrul ke polisi. Dua jam berikutnya sudah bisa ditangkap, ternyata dia sembunyi dan minta pengayoman pada pamannya. Dalam pemeriksaan dia mengaku emosi, karena ditanya soal PIL kok jawab istrinyanya hanya selingkuh eneng-entengan.
Selingkuh berat-beratan itu kali sambil gendong-gendongan, kali! (Gunarso TS)
Artikel yang berjudul “Jadi WIL Kok Terlalu Jujur PILnya Nyaris Masuk Kubur” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment