Saat Empat Gubernur Bersaing Ingin jadi Ibukota Negara

KEMARIN Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro memanggil 4 gubernur yang kotanya jadi kandidat ibukota negara pengganti Jakarta. Bak gadis dipinang perjaka tampan, mereka pun presentasi kotanya masing-masing, dengan segala kelebihannya. Padahal jika ditarik lurus asnya Indonesia, bisa jadi ibukota RI malah di tengah laut Selat Makasar.

Gubernur cap apapun pasti bangga jika wilayah kekuasaanya ditunjuk jadi ibukota negara. Ini menyusul rencana serius Presiden Jokowi yang hendak memindahkan ibukota RI dari Jakarta ke luar Jawa, di mana kota itu harus berada di as-nya Kepulauan Indonesia.

Bila ditarik garis lurus secara silang diagonal, as-nya Indonesia ternyata malah di tengah laut Selat Makasar. Tapi ini jelas di luar akal sehat, dan dungu namanya bila memaksakan ibukota negara di tengah laut. Bila demikian, mana kira-kira yang paling ideal untuk jadi ibukota negara? Maka kemudian muncul 4 kota kandidat, yakni Palangkaraya di Kalteng, Samarinda di Kaltim, Banjarmasin di Kalsel, atau Mamuju di Sulbar (Sulawesi Barat).

Kemarin Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro memanggil gubernur kandidat ibukota RI. Keempatnya yakni Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, dan Gubernur Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Prasarana Wilayah Bappeda (Kaltim), Yusliando.

Bak gadis dilamar perjaka tampan, mereka pun berpresentasi dengan memamerkan segala kelebihan wilayahnya. Gubernur Kalteng misalnya, mengaku ketersediaan air sangat melimpah karena dikelilingi daerah aliran sungai (DAS). Dengan luas wilayah Kalteng yang 1,5 kali luas Pulau Jawa, Sugianto menawarkan tiga lokasi untuk menjadi ibu kota baru.

Gubernur Sulbar mengaku siap jika ibu kota dipindahkan ke Sulbar. Dia mengatakan wilayah Sulbar terletak pada posisi yang sangat strategis.“Kalau di Sulbar lokasinya sudah ada, gratis semuanya, tidak merusak yang lain tapi kita dorong itu bagaimana ibu kota ini nanti dibangun dengan mudah dan cepat.”

Dari empat kota itu sebenarnya paling ideal adalah Palangkaraya, seperti gagasan Bung Karno dulu. Daerah ini aman dari gempa, tingkat hunian kotanya masih rendah. Bila pilihan nanti ke Palangkaraya, berarti Jokowi bisa mengamankan wasiat Bung Karno. Bukankah Jokowi pernah berjanji akan melaksanakan Trisaktinya Bung Karno? – gunarso ts


Artikel yang berjudul “Saat Empat Gubernur Bersaing Ingin jadi Ibukota Negara” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments