Pemudik Membludak, Porter di Stasiun Senen Belum Merasakan Dampaknya

JAKARTA – Melonjaknya penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/3019) belum dirasakan efeknya bagi porter. Meski puluhan ribu pemudik diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen perharinya, kenaikan pendapatan tidak dirasakan para porter.

Abidin, porter di Stasiun Senen mengeluhkan lonjakan penumpang tidak memberikan efek bagi pendapatannya. Bahkan dia mengaku pendapatannya pada musim mudik tahun ini berkurang dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kalau untuk jasa porter, (penghasilan) lebih banyak dari tahun kemarin,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Senen.

Padahal menurutnya, musim mudik Lebaran merupakan kesempatan baginya untuk mengumpulkan uang selain musim libur sekolah. Selain itu, dia harus berebut pengguna jasa dengan porter lainnya.

Porter di Stasiun Pasar Senen dibagi dalam dua shift. Masing-masing shift bertugas selama 12 jam, shift pertama pukul 07:00 pagi hingga 19:00. Sedangkan Shift kedua dimulai dari 19:00 hingga 07:00.

Abidin menceritakan untuk sekali menggunakan jasanya, dia mendapatkan uaph sekitar Rp20.000. Dalam sehari maksimal bisa mendapatkan 10 pengguna jasa. Namun dia penghasilan itu disebutnya tak tentu. Abidin mengaku pernah tak mendapatkan upah sepeserpun dalam satu hari.
“Kita hitungannya per angkutan. Minimal Rp20.000 hinga Rp30.000. tergantung barang bawaan. Biasanya bisa sampe 10 penumpang didapat. Tapi pernah juga gak dapat sama sekali,” tuturnya.

Meski tengah getol mengais rejeki untuk berlebaran, bapak dua anak ini tidak ingin melewatkan hari raya dengan keluarga. Abidin berniat merayakan lebaran bersama anak istri di kampung halamannya.

“Malam Takbir baru ke Kebumen, ke kampung,” pungkas dia. (ikbal/b)


Artikel yang berjudul “Pemudik Membludak, Porter di Stasiun Senen Belum Merasakan Dampaknya” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments