Dewan Transportasi Bekasi Dukung Inovasi Layanan Angkot

BEKASI –  Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) mendukung inovasi terhadap layanan angkutan umum. Di bagian lain, pengelola Angkutan umum juga harus berani menghadapi persaingan.

“Ya, memang zamannya seperti ini. Pemanfaatan teknologi sudah tidak bisa ditawar lagi” kata Harun Alrasyid, Ketua DTKB, Senin (6/5/2019).

Disebutkan, sudah beberapa kali memang angkutan umum di Kota Bekasi melakukan inovasi. Hanya saja memang ada yang gagal. Di bagian lain, kondisi angkot juga makin sulit. Salah satunya karena persaingan dengan online.

“Angkot di Bekasi pernah dipasangni AC. Tetapi ini gagal. Saat ini sudah ada pemanfaatan online, dan memang harus dilakukan,” katanya.

Angkot ber-AC gagal karena peminat tidak seperti diharapkan. Padahal sebenarnya ini untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

Angkot ber-AC ini saat peluncuran bahkan sangat optimis karena penumpang akan lebih nyaman. Hanya saja dalam perjalanan Angkot AC ini tahu-tahu menghilang dari jalanan.

Harun menyebut dengan penggunaan tekhnologi online ini menjadi ada harapan akan bisa bangkit kembali. Awak Angkot juga lebih bisa terjamin karena tak perlu diuber setoran.

Meski diakui, upaya harus dilakukan dengan keras karena masyarakat banyak yang belum faham sistem angkutan umum online ini.

Diberitakan sebelumnya, Walikot Bekasi Rahmat Effendi mendesak Dinas Perhubungan untuk melakukan inovasi dalam pelayanan umum masyarakat. Cara berfikir mengurus angkutan umum harus dengan out of the box, dan tidak berhenti berinovasi.

Walikota bahkan meminta segera dilakukan revitalisasi angkutan umum. Angkutan kota yang sudah sangat sangat tidak layak harus segera diganti. “Harus berani,” katanya.

Ahmad Juani, Ketua Organda Kota Bekasi, mendukung revitalisasi angkutan umum. Angkot yang sudah tidak layak harus diganti. “Saya mendukung revitalisasi ini yang diharapkan bisa angkutan yang sehat,” katanya. (chotim/tri)


Artikel yang berjudul “Dewan Transportasi Bekasi Dukung Inovasi Layanan Angkot” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments