Bukber dengan Anak Yatim, Presdir PT SPV Ajak Bersatu Dalam Perbedaan

PURWAKARTA – Presdir PT South Pasific Viscose (SPV) Ismail bin Abdullah menyatakan Idonesia sebagai negara besar dengan mayoritas penduduk beragama Islam menjadi contoh negara lain di dunia.

Pasalnya, di Indonesia juga ada beragam suku, agama, ras dan pandangan politik menjadi modal utama untuk menjadi negara maju.

“Kita harus bersatu dalam perbedaan serta sabar dan tabah dalam menjalani hidup di dunia,” kata Ismail bin Abdullah di hadapan karyawan, perwakilan purnakaryawan, dan ratusan anak yatim serta Pemdes Cicadas, Kec Babakan Cikao, Kab Purwakarta, kemarin.

Perusahaan SPV merupakan salah satu investasi dari negara Austria di bidang produksi serat viscose dan telah beroperasi lebih dari 35 tahun di Kabupaten Purwakarta. Saat ini mempekerjakan 1.750 karyawan.

Ismail memberikan nasihat  khusus untuk anak yatim. “Kalian akan tumbuh dan menjadi new generation untuk Indonesia. Karena itu harus punya sikap bersatu dalam perbedaan,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs PT SPV Widi Nugroho Sahib mengatakan, kegiatan pemberian santunan dan buka puasa bersama  dilaksanakan bertepatan dengan memperingati Nuzulul Quran.

“Selama Bulan Ramadan, SPV mengadakan kegiatan serupa di beberapa masjid yang berada di wilayah Desa Cicadas dengan melibatkan Pemdes Cicadas, Pengurus MUI dan warga setempat,”ujarnya. (dadan/tri)


Artikel yang berjudul “Bukber dengan Anak Yatim, Presdir PT SPV Ajak Bersatu Dalam Perbedaan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments