Sandi Sebut Nurjanah, Rahman dan Mia, Jokowi: Bukan Patokan
JAKARTA – Dalam debat, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, kerap menyebut nama-nama yang ditemuinya saat kampanye. Dalan debat terakhir yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019), ada tiga nama yang disebutnya .
Ia menyebut nama Nurjanah yang disebutnya bersedih karena toko miliknya sepi. “Ia mengeluhkan tokonya di pasar tradisional sepi,” katanya seraya menjanjikan membuat harga terjangkau bila memenangi Pilpres.
Nama kedua yang disebutnya adalah Rahman, pengusaha beras di Sidrap, Sulawesi Selatan. “Ini anak muda, pengusaha beras. Milenial,” sebutnya.
Sandi kemudian memuji Rahman yang amat melek informasi sehingga bisa melakukan jual beli secara online.
Nama terakhir yang disebutnya adalah Mia. “Ibu Mia di Tegal mengeluh, dulu tagihan listriknya Rp400 ribu sampai Rp500 ribu, sekarang Rp1 juta,” katanya sambil kembali meyakini akan membuat harga menjadi murah.
Saat mendapat kesempatan, capres nomor urut 01 Jokowi mengatakan perekonomian tak bisa diatasi dari cerita-cerita perseorangan seperti yang disebutkan Sandi. Alasannya, masalah perekonomian tak bisa diukur dari perseorangan.
“Tak bisa seperti yang bapak bilang ibu ini, ibu ini,” ujarnya. “Ini ekonomi makro, tak bisa orang per orang jadi patokan.” (yp)
Artikel yang berjudul “Sandi Sebut Nurjanah, Rahman dan Mia, Jokowi: Bukan Patokan” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment