Stasiun MRT Semrawut, DPRD DKI Soroti Kinerja Dishup dan Satpol PP

JAKARTA – Kinerja Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mendapat sorotan DPRD. Ini menyusul maraknya pedagang Kaki-5 dan angkot ngetem di sekitar Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menyayangkan kondisi tersebut. Politisi PDI Perjuangan ini menilai kesemrawutan yang terjadi di sekitar Stasiun MRT Lebak Bulus, karena ketidaksigapan aparat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut.

Potret itu terbukti dari tidak adanya petugas di posko pengamanan. Pria yang akrab disapa Pras ini menambahkan, adanya Kaki-5 dan angkot ngetem karena kelengahan petugas.

“Saya kira bila dijaga, mereka bail pedagang dan sopir angkot nggak bakal berani mangkal di sekitar stasiun tersebut,” ujar Prasetio, Jumat (29/3).
Pras berharap adanya komitmen dari seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban Jakarta. Adanya MRT, ibukota telah sejajar dengan kota modern di dunia. “Sarananya sudah dibangun tinggal kita yang menjaga dan merawatnya,” sambungnya.

HARUS BERSIH

Secara terpisah, Gubernur Anies Baswedan mengisntruksikan Dinas Perhubungan dan Satpol PP DKI Jakarta segera menertibkan pelanggar Peraturan Daerah (Perda) tersebut.

Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemprov DKI Jakarta ini, seluruh kawasan Stasiun MRT harus bersih. “Saya minta Dishub dan Satpol menertibkan angkot dan Kaki-5 yang mangkal di kawasan stasiun MRT, ” tegasnya.

Tidak hanya angkutan umum, kendaraan pribadi juga dilarang. Sebab, keberadaannya akan menggangu pengguna jalan lainnya , sehingga akan menjadi biang kemacetan.

Seperti diberitakan Stasiun MRT Lebak Bulus semrawut. Pedagang Kaki-5 dan angkot ngetem mulai menyerbu lokasi keberangkat dan kedatangan sarana transportasi massal itu. (guruh/john/st)


Artikel yang berjudul “Stasiun MRT Semrawut, DPRD DKI Soroti Kinerja Dishup dan Satpol PP” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments