Petani Rorotan Alami Keterlambatan Masa Tanam
JAKARTA – Sejumlah petani di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, mengalami keterlambatan masa tanam. Hal itu, lantaran adanya perbedaan musim yang mana Februari kemarin harusnya telah masuk kemarau dan masa semai.
“Terakhir kita panen Desember dan Januari. Memang seharusnya dimulai lagi Februari, tapi ini agak telat Maret baru dimulai,” ucap Abdul Khadir, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rorotan, Minggu (31/3/2019).
Dijelaskannya, keterlambatan masa semai itu lantaran para petani sengaja menunggu musim hujan reda. Dikhawatirkan masa semai dapat gagal bila ia dan petani lainnya memulai penyemaian sejak Februari lalu.
Kholid menambahkan, setelah penyemaian rampung, proses selanjutnya pun penanaman bibit hasil semaian. Kemudian, saat padi mulai tumbuh perawatan pun harus dilakukan petani agar terlindung dari hama.
“Tentunya kita berharap semua proses berjalan lancar hingga tiga bula ke depan, dan bisa memulai panen,” tegasnya. Untuk proses penyemaian yang masih berlangsung saat ini, Kholid menarget rampung pada April.
Kepala Seksi Pertanian Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Utara, Insani menjelaskan, pihaknya memiliki petugas penyuluh lapangan untuk memberikan pendampingan.
Secara rutin, sambungnya, petugas pendamping akan melakukan pengawasan agar proses pertanian berjalan sesuai harapan. “Mudah-mudahan panen yang diraih petani bisa maksimal,” tandasnya. (deny/mb)
Artikel yang berjudul “Petani Rorotan Alami Keterlambatan Masa Tanam” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment