KDRT Bisa Dilakukan Orang Gila
SUDAH berulang kali kasus KDRT, kekerasan dalam rumah tangga, terjadi. Dan, korbannya adalah orang yang lemah, terutama, wanita atau istri, dan anak-anak di bawah umur, balita bahkan bayi yang masih berumur bulanan, pun jadi sasaran.
Banyak kasus bahwa pelakunya itu adalah orang tua tiri, termasuk ayah tiri, yang bukan saja menganiaya anak sampai tewas, tapi mereka juga memanfaatkan kelemahan anaknya terutama yang wanita jadi sasaran nafsu birahinya. Kekerasan seksual.
Bahkan ada beberapa kasus yang lebih gila, bahwa pelaku kekerasan seks adalah ayah kandungnya. Yang kadang bisa berjalan lama, karena si anak tak mampu menolak dan lapor, karena ancaman sang ayah.
Penganiayaan sampai korban tewas juga nggak sedikit. Mereka tega KDRT karena berbagai alasan. Beratnya ekonomi sampai membuat mereka stress. Lingkungan tempat tinggal yang nggak masuk akal, misalnya kontrakan sempit, tak ada kamar memadai. Sehingga mudah bersinggungan antar penghuni lainnya.
Ekonomi,sandang pangan yang mahal juga bikin stress karena kemapuan membeli kecil. Penghasilan kecil bahkan tak pasti. Seorang ibu bahkan tega mengubur hidup-hidup bayinya, juga karena stress.
Memang jika kejahatan dilakukan oleh orang yang stress di sekitar kita, itu adalah tanggung jawab yang waras. Jangan sampai orang stress berbuat nekat dan mencelakai orang lain, serta dirinya sendiri. Jadi KDRT, sangat mungkin dapat dilakukan orang gila dengan mudah. Karena mereka dekat dengan korban. Korban yang bukan orang lain, tapi bisa jadi itu anak sendiri.
Celaka duabelas kan? -massoes
Artikel yang berjudul “KDRT Bisa Dilakukan Orang Gila” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment