Anggota PPSU yang Selalu Necis Ini Tewas Korban Tabrak Lari

JAKARTA – Seorang petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, menjadi korban tabrak lari, saat tengah membersihkan jalan di kolong Flyover Pasar Rebo, Selasa (26/3/2018) lalu.

Korban sempat dirawat namun , Sabtu (30/3/2-19) malam, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dan Minggu pagi dimakamkan. Pemuda yang sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUD Pasar Minggu, akhirnya tewas akibat luka di kepala akibat.

Saat akan dimakamkan tampak Gubernur DKI Anies Baswedan datang melayat. Bahkan Anies tidak sungkan-sungkan ikut mengangkat keranda jenazah anggota PPSU itu.

ppsu korban tabrak lari3

Noval Rosyid, 24, saat itu tengah menyapu jalan menjalankan tugasnya ketika suasana hari masih sepi.

Menurut Mukodas, Lurah Susukan Noval ditabrak di bawah flyover Pasar Rebo. Pelakunya adalah pengendara sepeda motor yang melintas dari arah Depok menuju Jakarta sekira pukul 05.30. “Korban sendiri mengalami luka parah di bagian kepala kirinya,” katanya, Minggu (31/3).

Dikatakan Mukodas, diketahuinya Noval menjadi korban tabrak lari setelah rekannya mendapat kabar dari seorang pengemudi ojek online. Mendapatkan kabar itu, rekan-rekan sesama PPSU langsung menghampiri pemuda yang belum menikah itu. “Pas rekannya sampai lokasi, Noval sudah enggak sadar, sudah tergeletak,” ujarnya.

ppsu korban tabrak lari2

Mendapati Noval terluka, rekannya sesama PPSU bergegas membawa Noval ke Poliklinik Tjakra yang terletak dekat lokasi kejadian. Nahas kala itu poliklinik tutup sehingga Noval dibawa ke Puskesmas Kecamatan Ciracas. “Karena lukanya cukup parah, dari puskesmas langsung memberikan rujukan RSUD Pasar Minggu dan langsung ditangani di ruang UGD,” terangnya.

Karena jadi korban tabrak lari, Mukodas meminta rekan Noval melapor ke polisi atas peristiwa yang terjadi. Hal itu juga dilakukan guna mendapat keterangan sebagai korban kecelakaan lalu lintas dan biaya pengobatannya dapat ditanggung BPJS Kesehatan. “Lapor ke polisi karena kalau enggak laporan nanti umum, tidak pakai BPJS,” tuturnya.

Diceritakan Mukodas, saat di RSUD Pasar Minggu, wejak pukul 11.00 hingga pukul 16.30, Noval menjalani operasi di UGD. Dan setelahnya hingga menghembuskan nafas terakhir dirawat di ruang ICU dalam keadaan koma. “Lukanya sangat parah, karena kepalanya pecah. Meski sudah menjalani operasi, namun nyawanya tak juga dapat tertolong,” ungkapnya.

PPSU NECIS

Mukodas mengatakan pemuda yang jadi personel pasukan oranye, tak malu bekerja sebagai satu dari 89 personel PPSU Kelurahan Susukan. Pemuda itu pun dikenal sopan dan selalu menyapa orang. “Usianya masih muda, cuma dia enggak malu walau jadi tukang sapu. Istilahnya dia bekerja benar-benar plong, ikhlas benar dia bekerja,” tambahnya.

Pria yang dikenal alim karena tak pernah lupa menunaikan ibadah salat lima waktu, juga tercermin dari pemuda itu. Terlebih, Noval juga sangat menjaga kebersihan diri yang merupakan satu syarat agar ibadah salat yang dijalankan sah. “Orangnya memang bersih. Walaupun dia nyebur (membersihkan saluran air) begitu pakaiannya tuh yang paling bersih di antara PPSU saya yang jumlahmya 89 ini, rajin dia,” kenangnya.

Saking rapinya, kata Mukodas, Noval pun bisa dibilang sebagai anggota PPSU paling necis. Pasalnya, dalam menjaga kebersihan diri diakui 88 rekannya sesama anggota PPSU Kelurahan Susukan yang kini berduka. “Ibaratnya bila PPSU Kelurahan Susukan menggelar lomba kerapihan, maka Naufal lah pemenangnya karena dapat menjaga kebersihan diri meski kerjanya menangani berbagai sampah,” sambungnya.

Ditemui di kediamannya di RW 01, Susukan, kedua orang tua Noval masih berduka dan tampak lelah mengurus keperluan pemakaman Noval yang dimakamkan di TPU Kober, Jatinegara, Jakarta Timur Minggu (31/3) siang. Keluarga pun masih enggan memberikan keterangan atas tewasnya pemuda yang menyita perhatian Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Ifand/b)


Artikel yang berjudul “Anggota PPSU yang Selalu Necis Ini Tewas Korban Tabrak Lari” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments