Pengamat Ini Minta ‘Indonesia Barokah” Ganti Buat Sorotan ke Paslon 02

JAKARTA – Munculnya tabloid ‘Indonesia Barokah’ menjadi polemik.  Muatan tabloid tersebut banyak disebut-sebut menyudutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai, Tabloid Indonesia Barokah masih dalam kategori wajar. Menurutntnya tabloid itu termasuk propaganda positif yang biasa dalam dunia politik.

“Yang tidak boleh kan membuat tabloid yang isinya, mencaci, membenci, memfitnah, dan menyerang lawan politik yang tidak berdasarkan data dan fakta,” katanya kepada wartwan, Sabtu (2/2/2019).

Dia menganggap selama tabloid setebal 16 halaman itu isinya objektif, berdasarkan data dan fakta,  boleh dikriminalisasi. Jika ada propaganda politik yang mengenai paslon tertentu melalui tulisan, imbuhnya, maka harus dijawab juga propaganda dengan tulisan atau narasi yang seimbang, bukan malah dibalas dengan melaporkannya ke polisi karena hal itu susah diseret ke ranah hukum.

“Artinya jika tabloid dijawab atau dibalas dengan tabloid juga. Jika isinya merugikan paslon tertentu, maka dijawab juga dengan tabloid. tulisan harus dibalas dengan tulisan,” jelas Ujang.

Menurutnya dengan begitu akan terlihat politik yang lebih berkualitas dengan adanya perang narasi dan gagasan, dan efeknya masyarakat juga bisa lebih cerdas dan matang dalam menentukan pilihan politik.

Meski demikian, Ujang juga menyarankan, sebaiknya  tabloid Indonesia Barokah membuat tulisan tentang pasangan 01 dengan perspektif yang sama agar seimbang dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.   “Tentunya dengan asas objektifitas, bersarkan data dan fakta,” tutup Ujang. (ikbal/win)


Artikel yang berjudul “Pengamat Ini Minta ‘Indonesia Barokah” Ganti Buat Sorotan ke Paslon 02” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments