Masyarakat Bisa Lihat Kepemimpinan Prabowo dari Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

JAKARTA –  Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni merasa lega akhirnya kasus informasi bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet dapat disidangkan.

Toni melihat dalam kasus hoaks penganiayaan yang dibuat Ratna itu sebagai cara untuk memenangkan kompetisi politik yang keji.

Dia mengatakan hoaks yang dibuat Ratna awalnya untuk membentuk opini masyarakat bahwa pemerintahan Joko Widodo otoriter. Namun cerita penganiayaan terbukti hanya isapan jempol semata yang berujung bui.

“Mereka berambisi untuk memframming Pak Jokowi sebagai pemimpin  diktator dan otoriter. Kasus Ratna mereka “santap” degan lezatnya. Diungkap ke media bukan dilaporkan ke kepolisian,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (1/3/2019).

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf itu juga menganggap hoaks Ratna memperlihatkan calon presiden Prabowo Subianto belum matang sehingga tidak memproses informasi yang sampai kepadanya.

Diketahui Prabowo sempat menggelar konferensi pers untuk mengecam tindakan penganiayaan ke Ratna.

“Kasus Ratu Hoax ini juga memperlihatkan buruknya leadership Prabowo. Prabowo pemimpin yang tidak matang dan emosional sehingga tidak mampu memproses sebuah informasi dengan tepat sehingga keputusan yang diambil sangat buruk. Grasa-grusu, semua informasi ditelan bulat-bulat tanpa klarifikasi sama sekali,” tandasnya.

Toni menambahkan melalui kasus kebohongan Ratna, masyarakat dapat menilai kepemimpinan Prabowo jika menjadi Presiden.

“Lalu apa yang diharap rakyat dari kubu penyebar hoaks dengan calon presiden yang leadership yang buruk?” tutup dia. (ikbal/tri)

Terdakwa Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang perdana di PN Jakarta Selatan. (ikbal)

 

 


Artikel yang berjudul “Masyarakat Bisa Lihat Kepemimpinan Prabowo dari Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments