Penderita DBD di Tangsel Bertambah, Pasien Dirawat di Lorong
TANGSEL – Penderita demam berdarah dangue (DBD) di Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel) setiap hari bertambah. Akibatnya ruang perawatan di rumah sakit tidak mencukupi dan terpaksa pengibatan dilakukan dilorong ruangan.
“Ada empat orang pasien DBD yang terpaksa dirawat di lorong atau selasar ruang perawatan anak paviliun Anggrek,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel, Imbar U Gazali, Kamis (31/1).
Pihaknya, tambah dia, tidak bisa nenolak pasien, sementara ruang perawatan yang ada di RSU Tangsel penuh. Sehingga, mereka dirawat di lorong atau selaras ruang perawatan yang ada.
Kondisi rumah sakit yang baru menampung sekitar 170 pasien rawat inap ini, tambah dia, ada sekitar 22 pasien rawat inap karena DBD dari jumlah tersebut sebanyak 17 pasien warga Kota Tangsel dan lima pasien dari liar Kota Tangsel.
38 di RSUD Depok
Kondisi yang sama juga terlihat di RSID Depok, Jalan Raya Sawangan. Dari data yang ada hingga 29 Januari 2019, tercatat pasien yang dirawat di RSUD Depok sebanyak 194 pasien.
Manager On Dity RSUD Depok, Stya Hadi Saputra, mengatakan dari data ada hingga hari ini jumlah paien DBD mencapai 194 orang pasien. Yang menjalani rawat inap mencapai 38 orang terdiri 27 pasien dewasa dan 11 pasien anak anak selain warga Depok, ada juga warga Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Pamulang, Pondok Cabe dan lainnya.
Pihak RSUD Depok menyiapkan sekitar 80 ruang rawat inap yaitu lantai 6 ada 50 kamar, dan lantai 7 sebanyak 30 kamar rawat inap. “Hingga kini pasien DBD yang rawat inap mwncapai 38 pasien, ” tuturnya. (anton/win)
Artikel yang berjudul “Penderita DBD di Tangsel Bertambah, Pasien Dirawat di Lorong” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment