Polri Bentuk Tim untuk Cari Aktor Intelektual Kaburnya Napi di Aceh
JAKARTA – Terkait kasus kaburnya 113 narapidana Lapas Lambaro, Aceh, Kepolisian Reoublik Indonesia (Polri) membentuk tim untuk memburu napi yang kabur. Polisi juga menyelidiki aktor intelektual di balik kaburnya 113 napi itu.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018). Menurut dia, para napi kabur memanfaatkan waktu salat Maghrib berjemaah.
Polisi belum menemukan indikasi mereka mendapatkan bantuan dari pihak luar. “Belum. Kita masih lakukan pemeriksaan, nanti jika tertangkap siapa aktor intelektual kaburnya napi ini,” ujar Brigjen Dedi.
Dijelasknannya, guna mempersempit ruang gerak para narapidana yang masih melarikan diri, Kapolda Aceh telah memerintahkan jajarannya untuk berpatroli dan melakukan razia di beberapa tempat.
“Selain itu dari aparat Polda Aceh melaksanakan pengecekan tempat rawan yang dimungkinkan napi tersebut sembunyi,” tambahnya.
Brigjen Deni yang mnerupakan mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, Polda Aceh telah berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara untuk memburu napi yang kabur.
Dikatakannya, sejauh ini, polisi telah berhasil menangkap 25 napi yang sempat kabur. Polisi telah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait data 88 napi yang belum tertangkap untuk selanjutnya dimasukkan ke daftar pencarian orang (DPO).
“Kami mengimbau seluruh keluarga napi jika tahu untuk menyerahkan napi tersebut. Dan kepada para napi diminta menyerahkan diri. Kita melakukan pendekatan persuasif terlebih dulu,” kata Brigjen Dedi. (*/win)
Artikel yang berjudul “Polri Bentuk Tim untuk Cari Aktor Intelektual Kaburnya Napi di Aceh” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment