Beda Pilihan Politik di Medsos Makan Nyawa, Begini Sikap Sandiaga
JAKARTA – Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno prihatin atas insiden pembunuhan di Sampang, Madura, Jawa Timur, hanya karena didasari perbedaan pandangan politik. Dia sebut perbedaan pilihan politik adalah hal yang lazim.
Sandi yang merupakan cawapres nomor urut 2 itu berharap seluruh elemen masyarakat baik mendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno maupun paslon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)- KH Ma’ruf Amin menjalankan kampanye damai.
“Hidup ini senda gurau sebetulnya, hidup ini harus kita yakini bahwa semuanya sudah tertulis di lauhil mahfud, jadi buat apa masyarakat saling gontok-gontokan, saya selalu bilang kalau kampanye harus damai menjaga ukhuwah kita, Islamiyah dan wathoniyah,” kata Sandiaga di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (30/11/2018).
Sandiaga meminta setiap perbedaan pendapat disikapi dengan bijak. Perbedaan harus menjadi hal positif untuk membangun bangsa Indonesia. Pasalnya, berbedaan pilihan politik adalah hal biasa dalam berdemokrasi.
“Beda pendapat apalagi beda pilihan sangat lazim, jangan disikapi dengan begitu negatif. Mari kita justru gunakan perbedaan kita ini untuk membangun Indonesia lebih baik. Kalau kita komitmen dengan Kampanye damai, sejuk, kita harus turunkan tensi politik kita, jangan saling memprovokasi, itu harapan kita ke depan,” tandas Sandiaga.
Sebelumnya, Subaidi (40) warga Sampang, Madura, Jawa Timur tewas setelah ditembak oleh Idris (30) hanya lantaran postingan politik dalam media sosial (medsos). Penembakan terjadi pada Rabu (21/11/2018) siang. (Yendhi/win)
Artikel yang berjudul “Beda Pilihan Politik di Medsos Makan Nyawa, Begini Sikap Sandiaga” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment