Korban Lion Air, ke Jakarta Komar Hanya Bertemu dengan Sepatu Putranya
JAKARTA – Epi Syamsul Komar (47), tampak linglung. Badannya gemetar dan lemas saat dirangkul ke Posko Evakuasi Lion Air Dermaga JICT 2 oleh saudaranya.
Seraya mengusap air mata, ia datang dari Lubuk Linggau, Sumatera Selatan untuk mengetahui keberadaan anaknya, Muhammad Rafi Andrian (24) yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
Ditemani sejumlah petugas Badan SAR Nasional, Syamsul mencari benda-benda milik anak pertama dari tiga bersaudaranya itu yang dijejerkan Basarnas di depan posko.
Memang, di depan posko tersebut, setiap puing-puing ataupun benda-benda di dalam pesawat Lion Air JT 610 yang ditemukan di perairan akan dijejerkan guna proses identifikasi.
Ia berjalan tertatih, mencari benda-benda yang ketahui milik Andrian. Air matanya terus terurai. Syamsul tampak teliti melihat satu persatu benda yang ditemukan tim SAR gabungan.
Sampai akhirnya ia menemukan sepatu dan buku tabungan milik Andrian. Bak tersambar petir, ia berdiri diam. Tangisannya semakin terdengar awak media yang merekam momen tersebut di balik garis polisi berjarak tujuh meter.
“Sabar Pak, sabar ya Pak,” ucap salah satu petugas Basarnas menenangkan Syamsul, Rabu (31/10/2018).
Iya balik badan, kembali berjalan ke posko. Kondisinya masih lemas dan tetap dalam rangkulan. Ia duduk sejenak di dalam posko Basarnas. Ratapannya tampak kosong dan penuh harapan.
“Sepatunya itu hancur tadi sebelahnya. tinggal tasnya belum ketemu. Tas warna hitam,” lirihnya.
Andrian datang ke Jakarta dari Pangkalpinang pada Sabtu (27/10/2018) kemarin untuk menonton timnas Indonesia melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bersama rekannya yang turut menjadi korban.
Andrian pulang hari Senin (29/10/2018) pagi agar dapat langsung bekerja di salah satu perusahaan tambang di Pangkalpinang. Ia pun menaiki pesawat Lion Air JT 610 yang dinyatakan jatuh diperairan Karawang, Jawa Barat.
“Saya sudah ikhlas, tapi saya ingin lihat jasad anak saya,” kata Syamsul.
Sampai saat ini, jasad Andrian belum juga ditemukan. Doa Syamsul tak lepas. Ia ingin anaknya itu segera ditemukan dalam kondisi apapun.
“Yakin saya dapat lihat anak saya yakin dia pasti masih di pesawat. Yakin saya anak saya masih di pesawat, ya Allah,” ujarnya.
Tak ada firasat yang ia rasakan saat anak kesayangannya itu pergi ke Jakarta. Syamsul hanya mengingatkan Andrian agar tidak meninggalkan salat lima waktu. Ia pun tak menyangka ucapan itu menjadi ucapan terakhirnya kepada Andrian.
“Setidaknya saya sudah ada petunjuk, saya ingin bertemu anak saya,” tandasnya. (cw6/b)
Artikel yang berjudul “Korban Lion Air, ke Jakarta Komar Hanya Bertemu dengan Sepatu Putranya” ini telah terbit pertama kali di:
Post a Comment